Menurut Kantor Berita ABNA, juru bicara Irak Dar al-Afta mengutuk pernyataan mantan duta besar AS tentang Ayatollah Sistani. "Pernyataan mantan duta besar AS untuk Irak terhadap Ayatollah Sistani adalah kebijakan AS yang sebenarnya terhadap Irak," kata Syaikh Amer al-Bayati, juru bicara Irak Dar al-Afta.
Berbicara kepada Al-Ahd, dia meminta pemerintah Irak untuk mengajukan gugatan terhadap mantan duta besar AS di pengadilan internasional. Al-Bayati juga menyerukan persatuan semua warga Irak terhadap pernyataan mantan duta besar AS terhadap mobilisasi rakyat.
Dalam sebuah surat kepada elit penguasa di Amerika Serikat, Douglas Suleiman, mantan duta besar AS untuk Irak, menekankan bahwa salah satu strategi utama AS di Irak harus menghapus pemikiran dan kepribadian (Ayatullah) Sayid Ali Sistani dari politik dan sosial Irak.
Syaikh Amer al-Bayati menyebutkan Douglas Suleiman tampaknya telah membuat kesalahan besar dalam mengakui posisi dan peran Ayatullah Sistani dalam memastikan keamanan dan persatuan Irak dan melindungi negara dari konspirasi AS dan ekstremis regional, dan ketika dia dengan bodohnya menyerukan pembunuhan Ayatullah Sistani agar cengkraman AS di Irak menjadi lebih kuat. "Dia lupa bahwa agresi apa pun berarti mengubah wilayah itu menjadi kuburan bagi orang Amerika". Tegas juru bicar Dar al-Afta Irak tersebut.